NEWS

Aceh Gelar Aksi Tolak LGBT dan Dukung Kapolres Untung Sangaji

Gubernur Aceh, Anggota DPRA, DPR RI dan Pejabat Polda Aceh Ikut Serta

Lensa Aceh, Banda Aceh – Massa dari Aliansi Pecinta Syariat Islam menggelar aksi dukungan terhadap Untung di depan Masjid Raya Biturrahman, Banda Aceh, jumat (2/2/2018). Sebanyak 147 Ormas dan LSM ikut dalam aksi damai tersebut.

Mereka menyerukan penolakan perilaku LGBT di wilayah Aceh, dan mendukung tindakan yang diambil Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Suryanata atau Untung Sangaji yang mengamankan 12 waria dalam razia penyakit masyarakat beberapa waktu lalu mendapat dukungan penuh dari seluruh warga Aceh. Untung memberi pembinaan rohani dan arahan dalam pembentukan karakter. Hasilnya, mendapatkan pembinaan selama 5 hari dari pihak Polres dan Satpol PP dan WH Aceh Utara, para waria itu kembali menjadi seorang laki-laki seperti kodratnya dan macho.

’’Untung..Untung..Untung ada Pak Untung, syariat islam tegak di Aceh,’’ nyanyian massa yang hadir saat melakukan aksi.

Namun, oleh segelintir pihak, tindakan Untung tersebut dinilai melanggar Hak Asasi Manusia. Dan Untung pun dipanggil menghadap Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta, untuk memberi keterangan. Sontak, masyarakat dibuat geger. Untung mendapat banjir dukungan dari masyarakat Aceh Utara, dan bahkan masyrakat di seluruh Aceh. Masyarakat menilai tindak Untung tersebut sudah benar dalam menegakkan Syariat Islam di Aceh, untuk memberantaskan pelaku menyimpang Lesbi Gay Biseksual dan Transgender (LGBT).

aksi berlangsung dengan damai. Para perwakilan lembaga secara bergantian berorasi. Mereka sangat mengecam perilaku menyimpang LGBT tersebut.

’’LGBT itu penyakit, jangan dibiarkan tapi harus disembuhkan,’’ ujar seorang orator.

Usai aksi, terlihat kerumunan perempuan di sebuah sudut. Ternyata istri dari AKBP Untung, yaitu Dari Untung, turut hadir pada aksi tersebut. Mengenakan baju biru dibalut dengan hijab berkolaborasi warna, Dari melempar senyum dan bercipika-cipiki dengan beberapa aktivis perempuan yang ada di lokasi.

Dari mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Aceh bahkan di luar Aceh yang telah mendukung tindakan suaminya tersebut.

“Alhamdulillah saya bersyukur atas semua dukungan dari saudara kaum muslimin dan ulama kepada suami saya,” ujar Dari singkat.

Ia menyebutkan bahwa, keluarga sangat mendukung apapun yang dilakukan suaminya tersebut dalam hal kebenaran. Apalagi, demi menegakkan agama dan syariat islam secara kaffah di negeri Serambi Makkah ini. “Keluarga sangat mendukung, itu bagian dari tugas dan untuk menegakkan agama dan Syariat Islam di Aceh.” sambungnya.

Saat ditanyai tanggapannya mengenai suaminya harus menghadap ke Mabes Polri dan Kapolri memerintahkan Polda Aceh untuk memeriksa Untung, Dari memilih diam. Menurutnya, itu adalah urusan dinas dari suaminya, dan dirinya tidak harus mencampuri.

“Kalau itu saya tidak ada tanggapan. Itu urusan dinas, biar aja dinas. Saya hanya sebatas istri yang menudukung suami,” ucapnya sembari melempar senyum kepada awak media.

Koordinator Lapangan Aksi, Tgk Marsyuddin Ishak mengatakan bahwa pihak manapun jangan hanya melihat kepada kejadian razia penyakit masyrakat yang dilakukan Untung Sangaji saja, tetapi harus melihat fenomena waria yang selama ini semakin mewabah di Aceh Utara.

“Kita ingin seluruh elemen, pemerintah, kepolisian berfikir dalam tanda petik secara waras. Jangan melihat kejadian para itu (saat Untung razia) sampai dengan hari ini, tetapi lihatlag apa yang terjadi di Aceh Utara sebelum hari itu terjadi. Masyarakat sudah sangat resah dengan keberadaan waria di Aceh Utara, dan masyarakat melaporkan ke pihak kepolisian dan di sini lah Pak Untung bertindak,” jelasnya.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf juga ikut menyambangi massa aksi tersebut. Saat tiba, Irwandi langsung digiring menuju ke sebuah mobil bak terbuka untuk dimintai sedikit berorasi terhadap penolakan perilaku LGBT di Aceh.

Saat berorasi, Irwandi menegaskan bahwa AKBP Untung Sangaji, tidak bisa disalahkan atas sikap tindakan yang diambil dalam penertiban 12 waria di Aceh Utara beberapa waktu lalu.

“Kita tidak dapat menyalahkan Kapolres Aceh Utara. Karena Untung itu saya yang bawa ke Aceh,” teriak Irwandi ketika berorasi, diikuti takbir ratusan massa.

Selain itu, menanggapi isu perkembangan LGBT di Aceh, Irwandi menyatakan tidak harus membenci orang yang terjerumus dalam perlaku yang dilarang agama tersebut, tetapi yang harus dibenci adalah perbuatan.

“Kita tidak peduli siapa orangnya tetapi yang kita tidak suka adalah perbuatannya dan seandainya jika orang ini dapatkan maka akan hukum,” kata Irwandi dalam orasi singkatnya.

Bersamaan dengan rombongan gubernur, Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin juga ikut berorasi dalam aksi tersebut. Katanya, pemerintah Aceh sangat mengecam keras perlaku menyimpang LGBT yang telah meresahkan masyarakat tersebut.

““Keberanian ini patut kita berikan apresiasi, dan pak Untung tidak salah jika ada protes dari pihak luar mereka tidak tahu Aceh ini seperti apa,” pungkas Tgk Muharuddin.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close