NEWS

Akmal Hanif : “Aceh Harus Merdeka…”

Banda Aceh – CEO Elhanief Group Akmal Hanif menegaskan dalam menghadapi  persaingan di Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), hal yang dipersiapkan adalah “Aceh harus Merdeka”. Hal ini disampaikannya saat menjadi salahsatu pembicara pada Seminar Nasional Bincang Orang Manajemen (26/11), dalam even Management Creativity Festival (MCF) 2016. yang digelar mahasiswa Manajemen dan Bisnis, fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala.

Akmal Hanif  : “Aceh Merdeka..!”
Mahasiswa : “Ekonominya..”
Akmal Hanif : ” Ekonomi Aceh…!”
Mahasiswa : “Sejahtera..”

Itulah yel-yel yang diteriakkan Akmal Hanif dan disambut mahasiswa peserta, membuka kesempatan bicara pada seminar yang berlangsung di aula fakultas ekonomi, Unsyiah. Akmal menyebut, selain untuk membangkitkan semangat peserta, yel tersebut juga merupakan hal yang memang harus dipersiapkan masyarakat Aceh dalam menghadapi persaingan di Masyarakat Ekonomi Asean. Menurutnya, Aceh saat ini sedang dalam kondisi “sakit-sakitan”, karena berbagai fenomena. Seperti menurunnya tingkat kesejahteraan ekonomi dan kesehatan, serta meningkatnya angka kriminalitas.

“Jika semua kabupaten kota di Aceh mengalami pembangunan di berbagai sektor hingga menjadi kota besar minimal seperti Banda Aceh sebagai ibukota propinsi, maka baru dapat dikatakan “Aceh Merdeka” secara ekonomi dan pembangunan, serta mampu menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi Asean.

Untuk mencapai hal tersebut, menurut Akmal tidak bisa menggantungkan harapan kepada pemerintah semata, namun harus didukung peran seluruh masyarakat Aceh, khususnya generasi muda dengan menjadi pelaku wirausaha. Sehingga akan melahirkan pengusaha Aceh yang mampu membuka lapangan kerja bagi orang lain, serta mendukung pemerintah dalam melaksanakan pembangunan.

Akmal juga mengungkapkan semakin tingginya angka pengangguran di Aceh, yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Yaitu menurut data terakhir dari media, masyarakat Aceh yang saat ini berstatus pengangguran mencapai jumlah sekitar 158.000 jiwa.

“Pengangguran terjadi karena selama ini kita belajar sesuatu yang tidak dibutuhkan di dunia kerja, dan yang dibutuhkan di dunia kerja tidak kita pelajari di bangku kuliah,’ ungkap Akmal.

15203265_10210026292046433_439841111721863377_n

Menjawab salahsatu pertanyaan peserta seminar, tentang sulitnya mengurus izin dagang, ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) korwil Aceh itu juga mengungkapkan kekecewaanya pada sistem birokrasi dan regulasi yang dijalankan pemerintah, termasuk pemerintah propinsi Aceh dan pemerintah kota Banda Aceh.

“Jika pemerintah peka dan memiliki hati nurani serta perhatian pada para pengusaha pemula pelaku industri kecil, seharusnya lebih memudahkan segala bentuk pengurusan dan tidak mempersulit. Sehingga pelaku usaha tidak terhalang regulasi dalam mengembangkan usahanya,” harap Akmal.

Dalam sesi kesempatan memberikan seminar, Akmal juga memberikan hadiah kepada beberapa peserta mahasiwa yang telah memiliki usaha atau mulai menjalankan bisnis sambil kuliah, berupa buku karyanya “Jatuh Itu Nikmat”.

 

15170835_10209999270370908_6276548987521561998_n

Prof. Jasman ajak Mahasiswa Aceh Berjihad.

Jika Akmal Hanif mengajak untuk memerdekan Aceh secara ekonomi, Prof. Dr. Jasman J Ma’ruf, SE, MBA  sebelumnya juga mengajak mahasiswa untuk berjihad dalam membangun ekonomi Aceh.  Rektor Universitas Teuku Umar yang juga menjabat Guru Besar Universitas Syiah Kuala dan Dosen Senior FEB Unsyiah, memotivasi peserta seminar untuk menjadi sukses dan kaya di usia muda.

Selain Akmal Hanif dan Prof. Jasman, seminar ini juga menghadirkan pembicara Sales Director PT. Datascrip Jakarta, Liana Setiawan. Kegiatan Seminar Nasional Bincang Orang Manajemen ini menutup rangkaian kegiatan Management Creativity Festival (MCF) 2016. (DR)

Show More

Related Articles

3 Comments

  1. Benar aceh harus merdeka, bnyak dr paparan pak Akmal sy setuju namun tentang 1 hal
    Bila pembangunan d aceh bisa sperti ibukota provinsi banda aceh, itu baru dinamakan aceh merdeka!!
    Sanggahan sy ketahuilah pak bukan hanya tntng. Aceh tp rakyat Indonesia sekalipun, semua ini terjajah dr segi akidah, budaya, moral, syariat islam yg sbatas formalitas
    Dgn mmiliki materi blm bs suatu ngeri dikatakan merdeka
    Allahualam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close