NEWS

Bicara di Seminar BI, Akmal Hanif : “Jangan Pernah Pinjam Uang dari Bank”

Sabang –  CEO Elhanief Group, H. Akmal Hanif, Lc  mengingatkan jangan pernah meminjam uang dari pihak Bank, jika ingin memulai usaha. Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara pada Pelatihan Entrepeneur yang diselenggarakan Bank Indonesia perwakilan Aceh, di kota Sabang (21/11).

Jangan pernah meminjam uang dari Bank jika anda ingin memulai dan membuka sebuah usaha,’’ tegas Akmal di hadapan Deputi dan para pejabat BI serta 50 peserta pelatihan.

Menurut pengusaha muda kelahiran Alue Ie Puteh Aceh Utara tersebut, dengan meminjam uang untuk modal usaha dari pihak Bank, hanya akan  mempersulit pelaku usaha pemula. Karena usaha yang dijalankan belum tentu berjalan dengan  baik, sehingga akan memberatkan  pengusahano-bank pemula dalam  mengembalikan uang pinjaman dari Bank tersebut.

“Belajar dari banyak kasus pengalaman pelaku usaha, yang menyatakan umumnya  pihak bank bersikap baik di awal, saat menawarkan kredit modal usaha. Namun ketika pelaku usaha mengalami kesulitan hingga menunggak pembayaran kredit, banyak pihak Bank bukannya memberi solusi, melainkan mendesak pengusaha  melunasi tunggakan, hingga mengancam menjual aset yang di anggunkan saat peminjaman. Dan ini adalah masalah besar bagi pelaku usaha pemula di Aceh khususnya.’’ papar Akmal.

rrrrrrgte

Lalu dari manakah mendapat modal untuk memulai usaha?
Melalui Lensa Aceh, Akmal yang mulai merintis usaha sejak tahun 2006 tersebut menyampaikan beberapa solusi mendapatkan modal untuk membuka usaha.

Pertama,  jika memang memiliki harta keluarga dapat digunakan sebagai modal awal dengan catatan sebagai pinjaman yang akan dikembalikan.

Kedua, cobalah meminjam dari keluarga, saudara atau sahabat, dengan perjanjian akan dikembalikan, dan dapat dengan sebuah akad bagi hasil jika usaha berjalan baik dan mendapat keuntungan. Tentu hal ini lebih berkah daripada meminjam dari Bank yang mungkin masih menjalankan system yang mengandung unsur Riba.

Ketiga, jadilah karyawan terlebih dahulu, bekerja pada orang lain sambil menabung mengumpulkan uang, untuk memulai usaha sendiri. Hal ini tentu membutuhkan kesabaran, ketekunan, tekad pantang menyerah dan tentunya niat yang baik.

eerer

“Meminjam kepada pihak Bank hanya membuat anda stres, lebih baik anda menjadi karyawan terlebih dahulu untuk mencari modal, baru nantinya anda membuka usaha sendiri” jelas Akmal diakhir kesempatan memberikan materi.

Atas pendapat yang disampaikannya tersebut, pemuda yang juga dipercaya sebagai ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Korwil Aceh ini juga meminta maaf kepada pihak Bank Indonesia sebagai penyelenggara kegiatan.

“Saya mohon maaf karena harus mengatakan hal ini di depan bapak-bapak dari BI. Tapi sebagai pengusaha, Saya harus menjelaskannya kepada para teman-teman peserta, para pengusaha pemula ini,” tutup Akmal disambut tawa deputi BI dan pejabat Bank Indonesia perwakilan Aceh, serta gemuruh tepuk tangan para peserta pelatihan.

(DR / SAF)

Show More

Related Articles

3 Comments

  1. Pengetahuan yg sangat bermanfaat dan trm ksh banyak, tp jika dipinjam kpd pihak keluarga, sahabat atau harta kelaurga bisa membuat beban keluarga. Dari pd keluarga, sahabat jd terbebani lbh baik pinjamnya di bank, sementara teknis, pola pikir dan cara gerak org dlm busnis berbeda. Tp disini saya mau tanya, jika kt menggunakan sistem julo-julo sbg modal awal yg dapatnya 50 juta an apakah kurang efektif dan lambat? Atau apakah harus di atas 100 jutaan? Dan apakah bs dgn modal 2 jutaan? Krn saya masih blum dapat solusi utk mencari teknis dlm usaha, sbg contoh dasar “usaha pakaian jadi” krn hasil tanya menanya kpd org yg kerjanya dibagian perdagangan pakaian jadi malah dianjurkan pula pinjam di bank saja, jika nunggu terkumpul malah bs lbh lambat. Mohon solusi dan penjelasannya, trm ksh,,

  2. setuju, awal manis, akhirnya preman, mencekik nasabah karena Riba. maka hati2 sistem riba, hapus sistem riba di nanggroe aceh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close