NEWSOPINI

DARI ACEH BERSILATURAHIM KE KPMI PUSAT  

(Catatan Perjalanan Deddy Ridwan, Sekjen KPMI Korwil Aceh)

Selasa, 4 Juli 2017, sebagai direktur pemasaran dan promosi sekaligus pejabat humas, saya mendapat tugas dari pimpinan perusahaan, CEO Elhanief Group H. Akmal Hanif, untuk mengunjungi ke ibukota Republik Indonesia, Jakarta. Selain mengurus beberapa hal administrasi dan operasional perusahaan, saya juga di intruksikan untuk bersilaturahim ke kantor Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Pusat. Berangkat dengan manager elhanief konveksi, Agusman, membuat saya tidak banyak mengalami kesulitan menjelajah seluruh wilayah ibukota. Perjalanan dari satu wilayah ke wilayah lain, pusat pasar satu ke pusat pasar lain, area konveksi hingga komplek perkantoran kementrian. Karena Pak Agusman sangat hafal seluk beluk jalan ibukota, dengan pengalaman belasana tahun sebagai manager artis dan rumah produksi film.

Sebelum berangkat, saya coba menjalin komunikasi dengan ketua umum KPMI Pusat ustadz Ir H Nursyamsu Mahyuddin MSi, melaui pesan Whatsapp. Cukup lama tidak berkomuninasi, sejak beliau mengukuhkan KPMI Korwil Aceh pada agustus 2016  dimana Ust. H. Akmal Hanif menjabat sebagai ketua. Saya pun menerima kabar mengejutkan bahwa beliau sudah tidak lagi menjabat sebagai ketua KPMI Pusat. Dalam Munas KPMI 2016, telah memilih ustadz. Rachmat Sutarnas Marpaung sebagai ketua umum dan ust. Deni Darmawan sebagai sekjen KPMI Pusat. Atas bantuan ustadz Nursyamsu saya melanjutkan komunikasi dengan keduanya. Awalnya saya menjalin komunikasi dengan ust Deni Darmawan yang berdomisili di Jakarta. Setelah mengenalkan diri dan bermaksud silaturahim, beliau memberi sambutan yang sangat hangat.

“Masya Allah, salam kenal kembali ustadz Deddy,’’ tulis ust Deni melalui pesan Wa. Namun disayangkan kami tidak bisa bertemu karena beliau sedang tugas ke Bandung dan baru senin kembali ke Jakarta. Sementara saya harus kembali ke Aceh pada hari Ahad.

Akhirnya saya memutuskan untuk langsung ke Bogor, mengunjungi kantor KPMI Pusat. Pada kamis, 6 Juli, saya berangkat sendiri dari stasiun Kalibata menggunakan kereta siang. Walaupun penumpang tidak terlalu padat, namun tetap saja saya tidak mendapat tempat duduk. Saya harus berdiri selama lebih kurang satu jam dari lama perjalanan selama sekitar 90 menit. Selama di kereta, saya menjalin komunikasi dengan ketua KPMI Pusat ust. Rachmat, mengabarkan akan berkunjung.

“Tafaddhal, ana tunggu ya akhiy,” balas beliau.

Sesampai di Stasiun Bogor menjelang magrib, saya langsung menggunakan jasa Grab Bike untuk mencari alamat kantor KPMI Pusat, Ruko Brajamustika No. 12A, Jl. Dr. Sumeru, Bogor. Pencarian tidaklah mudah, walaupun sudah yakin berada di lokasi menggunakan aplikasi google maps, tapi saya tidak menemukan kantor tersebut. Setelah sempat dua kali bolak-balik ditengah kemacetan kota Bogor pada jam pulang kerja, akhirnya saya berhenti di sebuah area pertokoan yang sudah kami dua kali kami lewati. Pencarian saya lanjutkan dengan berjalan kaki dan bertanya dari satu ruko ke ruko lain. Akhirnya saya menemukan kantor KPMI Pusat, yang ternyata memang tidak memasang papan nama kantor KPMI, melainkan usaha pengembangan bibit tanaman hidroponik yang di kelola pengurus KPMI Pusat. Saya diterima salah seorang staf kantor yang juga akan pulang ust Wawan.

Saat saya menghubungi kembali ustadz Rachmat, beliau menyampaikan akan menghubungi kembali ba’da magrib, setelah berbuka puasa bersama keluarga. Akhirnya saya memutuskan untuk kembali menggunakan jasa Grab Bike, menuju Masjid Hidayatullah, yang tidak jauh dari kediaman beliau, di komplek  Bukit Cimanggu City, kota Bogor.

Pertemuan yang penuh Barakah.

Sekitar pukul 8 malam, akhirnya saya bertemu ustadz Rachmat di sebuah rumah makan kawasan komplek Bukit Cimanggu City. Pria asal Tapanuli Sumatera Utara ini sangat ramah dan bersahaja. Kami pun berbincang banyak tentang KPMI Pusat dan saya sendiri menceritakan aktifitas KPMI Korwil Aceh dan para pengurus.

“Kita berharap KPMI dapat menjadi wadah bagi pengusaha muslim di Indonesia khususnya, untuk menjalankan usaha dengan berbasis syariah, menjauhi riba, serta melawan budaya korupsi, suap dan sogok menyogok yang  seakan sudah menjadi budaya di negeri ini,’’ ungkap ust Rachmat, sambil menikmati kopi bersama saya.

Beliau juga berharap anggota KPMI Aceh dapat melahirkan pengusaha pengusaha muslim yang bisa menjadi teladan bagi pengusaha di Aceh dan Indonesia.

Sekitar pukul 10 malam beliau mengantarkan saya ke kawasan Jambu Dua, karena ada sepupu dan teman semasa pendidikan di MUQ Bustanul Ulum Langsa, yang juga ingin bersilaturahim.

Pada pukul 11:30 malam, saya pun meninggalkan kota Bogor dengan kereta terakhir, kembali ke Jakarta.

“Perjalanan yang melelahkan, namun membawa kebahagiaan dan semoga menjadi silaturahmi penuh keberkahan’’

 

Video Salam Silaturahim dan Pesan Ketua KPMI Pusat Ust, Rachmat Sutarnas Marpaung kepada keluarga besar KPMI Korwil Aceh

 

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close