NEWSOPINI

Dunia Pendidikan Aceh, Antara Cita-Cita dan Realita

Sahabat, dari sebuah media saya membaca bahwa Dari total anggaran belanja sebesar 2.220 triliun rupiah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2018,  pemerintah Indonesia mengalokasikan Rp 444,131 triliun untuk pendidikan.

Sementara Provinsi Aceh dan kabupaten/ kota se-Aceh pada tahun anggaran 2018 memperoleh alokasi dana transfer dan dana desa sebesar Rp 34 triliun lebih, ditambah  Dana Otsus Aceh 2018 sebesar 8,029 triliun rupiah. Kita mengapresiasi pemerintahan Bapak Irwandi Yusuf dan Nova yang telah menyalurkan beasiswa pada tahun 2017, mencapai sekitar Rp 247,5 miliar, yang disalurkan untuk 103.148 anak yatim-piatu dan anak fakir miskin di Aceh. Artinya setiap anak yatim dan fakir miskin menerima dana bantuan pendidikan sebesar Rp 2,4 juta per tahun. Alhamdulillah. Kita juga mengapreasiasi program pemerintah “Aceh Carong”  mengirimkan siswa dan guru magang ke luar negeri.

Namun besarnya dana belum menjamin terdongkraknya kualitas pendidikan. Karena masih banyak wilayah terpencil di Aceh yang belum memiliki bangunan sekolah. Juga kita temukan bangunan sekolah di Aceh yang belum memadai. Dan saya pernah membaca berita di pertengahan tahun 2017, jumlah anak putus sekolah pada beberapa kabupaten kota di Aceh masih cukup tinggi. Jika hal ini tidak kita perhatikan secara serius, masalah yang akan di hadapi adalah Aceh bisa kehilangan Generasi Emas (lost generation).

Saya sebagai rakyat Aceh, tidak akan mengkritik pemerintah dalam hal ini, karena saya yakin pemerintah Aceh terus berupaya mengatasi masalah ini dengan program yang tadi disebut di atas, yaitu penyaluran beasiswa yang tepat sasaran.

Sebagai pelaku usaha di Aceh, saya juga merasa terpanggil membantu pemerintah mendukung peningkatan pendidikan di Aceh. Sejak tahun 2015, melalui program CRS perusahaan Elhanief Group, kami telah mendirikan pesantren Tahfidh Yatim Raudhatul Quran, yang memberi pendidikan kepada anak yatim di Aceh, khususnya kabupaten Aceh Utara. Saat ini kami telah memberi pendidikan kepada sekitar 200 anak yatim.

Sejak tahun lalu, kami juga berupaya meningkatkan pembangunan pesantren ini dalam skala lebih besar, dengan niat mendirikan pesantren entrepreneur pertama di Aceh Utara, bahkan mungkin di Aceh. Walaupun upaya tersebut masih dalam tahap membeli lahan. Semoga pemerintah Aceh dan para dermawan di Aceh ada yang tertarik ber-investasi Akhirat menjadi donator pembangunan pesantren yang nantinya akan memberi pendidikan kepada santri secara gratis.

Ada harapan besar saya sebagai lulusan universitas Islam terbesar di dunia, Al Azhar Mesir. Saya bercita-cita bisa membangun sebuah perguruan tinggi Islam Internasional di Aceh, yang dapat menjadi tujuan anak-anak Aceh melanjutkan pendidikan dengan mendapat beasiswa penuh. Termasuk bagi mahasiswa muslim dari seluruh Indonesia, Asia dan seluruh dunia, seperti halnya perguruan tinggi Islam terkenal di dunia.

Saya rasa hal itu bukan hal yang mustahil, mengingat potensi kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia Aceh, didukung dengan sumber anggaran Aceh yang besar. Tinggal kemauan kita untuk mewujudkannya.

Semoga saja pesantren Raudhatul Quran yang sedang kita bangun bersama, menjadi cikal bakal lahirnya perguruan tinggi Islam Internasional di Aceh Utara bahkan di propinsi Aceh yang kita cintai ini, demi melahirkan generasi pemuda masa depan Aceh sebagai SDM berkualitas, beriman dan bertakwa.

Kadang saya sempat bermimpi, mungkin cita-cita ini bisa terwujud jika saya  jadi Gubernur Aceh 15 tahun mendatang. (hahaha…bermimpi tidak dilarang kan sahabat?)

Semoga Nanggroe Aceh menjadi Negeri yang Makmur dan dijauhi dari Bala Bencana, Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur. 

Aamiin Ya Allah, Ya Rabbal Aalamiin. Hasbunallah wa Ni’mal Wakil.

Akmal Hanif, Lc.

Ketua Umum Komunitas Solidaritas Dhuafa Aceh (KSDA).

CEO Elhanief Group.

sumber  : Motivasi Jumat, Edisi – 12. 2 Jumadil Awal 1439 H – 19  Januari 2018

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close