AGAMA

Fatwa MPU Aceh Tentang Peringatan Tsunami dan Menyambut Tahun Baru

Taushiah MPU Aceh No 6 Tahun 2008

TAUSHIAH

NOMOR : 6 TAHUN 2008

TENTANG

PERINGATAN TSUNAMI DAN MENYAMBUT TAHUN BARU

 

Menimbang :

  1. Bahwa peringatan tsunami dan penyambutan tahun baru, baik Hijriyah maupun Miladiyah selalu dilakukan oleh sebagian masyarakat di Nanggroe Aceh Darussalam;
  2. Bahwa dalam pelaksanaannya sering dilakukan hal hal yang tidak dibenarkan oleh syari’at Islam;
  3. Bahwa berdasarkan pertimbangan dimaksud, Majelis Permusyawaratan Ulama Nanggroe Aceh Darussalam perlu mengeluarkan tausiyah tentang pelaksanaannya.

Mengingat :

  1. Firman Allat SWT dalam Al-Qur’an

Surat Ibrahim, ayat : 7

“Dan (ingatlah) tatkala Allah mengumumkan sesungguhnya jika kamu bersyukur terhadap ni’matKU sungguh Aku tambah ni’mat itu kepadamu. Dan jika kamu kufur (ni’mat), sesungguhnya azabKU sangat pedih“.

Surat At-Taubah, ayat : 82

“Hendaklah mereka sedikit ketawa dan banyak menangis sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan”

  1. Hadits :

“Bersabda Nabi SAW bersabda : Wahai sekalian manusia! Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah dan minta ampunlah kepadaNya, sesungguhnya aku bertaubat kepada Nya seratus kali dalam sehari”.

“Rasulullah SAW bersabda: Apabila suatu kaum duduk untuk berzikir kepada Allah pastilah mereka dilindungi oleh para malaikat, dinaungi dengan rahmat, diberikan ketenangan dan Allah memasukkannya ke dalam kalangan orang-orang yang berada disisiNya”. (HR. Muslim) 

MEMUTUSKAN

Menetapkan : TAUSHIYAH TENTANG PERINGATAN TSUNAMI DAN MENYAMBUT TAHUN BARU.

PERTAMA : Peringatan tsunami dan menyambut tahun baru Hijriyah dan Miladiyah pada dasarnya tidak dilarang selama kegiatannya dilaksanakan secara khidmat, sederhana, khusyu’, tawadhu’ dan tidak dalam bentuk pesta pora, hura-hura dan lain-lain yang tidak sesuai dengan Syari’at Islam.

KEDUA : Kegiatannya agar lebih difokuskan pada dzikir, wirid, doa, tafakkur, membaca Al-Qur’an, ceramah agama dan sejenisnya, baik secara berjamaah atau perseorangan.

KETIGA : Kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan ruh syari’at Islam dalam peringatan musibah tsunami dan menyambut tahun baru seperti meniup terompet, menyalakan lilin, kembang api, dan musik yang hingar bingar agar dapat dihindari.

KEEMPAT : Kepada kaum muslimin dan muslimat dilarang keras mengikuti acara khas ritual non muslim.

Banda Aceh, 6 Zulhijah 1429 H – 4 Desember  2008

MAJELIS PERMUSYAWARATAN ULAMA

PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM

Ketua,

d.t.o

Prof. Dr. Tgk. H. Muslim Ibrahim, MA

Wakil Ketua

d.t.o

Drs.Tgk.H.Ismail Yacob

Tgk.H.M. Daud Zamzamy

Drs.Tgk.H.Gazali Mohd Syam

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close