NEWS

Istri Wagub bersama KSDA Kunjungi Balita Gizi Buruk di Banda Aceh

Lensa Aceh, Banda Aceh – Didampingi sejumlah relawan Komunitas Solidaritas Dhuafa Aceh (KSDA) Dr. Dyah Erti Idawati Istri Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengunjungi rumah keluarga Bunga, balita penderita gizi buruk. Kehadiran rombongan disambut sejumlah perangkat gampong dan kecamatan Kuta Alam, diantaranya istri Camat Kuta Alam, kepala Puskesmas Kuta Alam, istri Geuchik dan sejumlah warga.

Dyah Erti Idawati yang juga didampingi istri Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh dan seorang dokter langsung memeriksa kondisi Bunga (8 bln), sambil berbincang dengan kedua orangtuanya Nurhayati dan Adi Saputra. Perempuan yang akrab di sapa ibu Ida ini menyampaikan keprihatinannya atas nasib keluarga ini, yang belum mendapatkan akses kesehatan dan anaknya tidak bisa sekolah karena tidak punya KTP dan identitas keluarga lainnya.  (baca : Bunga, Nasibmu Tak Seindah Namamu )

“Mungkin kalau di kampung masih bisa dimaklumi, tapi ini di kota. Kepada keluarga saya berharap lebih profaktif  untuk mengurus hal-hal yang berkaitan dengan administrasi negara, yang dibantu pemerintah gampong dan kecamatan,” pesan Dyah Erti Idawati.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya akan memantau secara khusus perkembangan Bunga. Kunjungan ini sendiri dalam rangka  agenda Jumat Peduli yang akan digalakkan oleh Dyah Erti Idawati sebagai bentuk kegiatan sosial di masyarakat.

Nurhayati ibu Bunga mengaku bahagia dengan kehadiran perempuan nomor dua di Aceh ini, setelah sebelum nya juga telah mendapat kunjungan dan bantuan dari anggota dewan DPRK dan Dinas Sosial kota Banda Aceh.

KSDA terus memperhatikan perkembangan Balita Bunga

Kasus Bunga Balita penderita Gizi Buruk yang mencuat sejak awal oktober ini, pertama kali di peroleh ketua harian KSDA Pusat Deddy Ridwan. Setelah dilakukan peninjauan kasus oleh Tim KSDA Banda Aceh, hal tersebut di laporkan kepada ketua Umum KSDA Pusat Akmal Hanif yang langsung mengintruksikan tindakan cepat dan bekerjasama dengan semua pihak untuk mendapat bantuan.

“Kasus gizi buruk tidak boleh diperlambat. Karena dari pengalaman kami pada beberapa kasus serupa, kasus ini bisa berisiko yang tidak kita inginkan. Maka saya meminta tim KSDA Banda Aceh langsung mengambil tindakan cepat dan berkoordinasi dengan semua pihak yang bisa membantu,” sebut Akmal kepada Lensa Aceh usai mengisi ceramah pada Gerakan Pemuda Subuh di kota Lhokseumawe.


Setelah adanya bantuan ekonomi dan kesehatan, Relawan KSDA yang selama ini memediasi keluarga Bunga, berencana akan memberikan bantuan pendidikan kepada kedua abang Bunga yang belum masuk sekolah karena faktor biaya.

“Kami akan coba memberikan les membaca dan menulis kepada abang bunga, yang seharusnya sudah memasuki usia sekolah. Semoga nanti ada dermawan yang mau membiayai pendidikan anak-anak ini.” sebut Saddam Alfiya, Ketua KSDA Banda Aceh. (red.LA)

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close