NANGGROEOPINI

Jika Aceh Ingin Maju, Semua Elemen Harus Bersatu

Soal Ekonomi Aceh

MENGAPA ekonomi Aceh itu kurang berkembang hingga sekarang?Kawasan-kawasan khusus yang ada terkesan belum bergerak? Pelabuhan-pelabuhan lautnya pun tak kunjung dimanfaatkan? Mengapa bisa begini? Apanya yang salah? Adakah ini erat kaitannya dengan keraguan terhadap soal kondusivitas, pak?

Itulah kira-kira yang ditanyakan oleh seorang rekan media di sebuah kota di Provinsi Sumatera Utara, kemarin sore (Jumat, 28/12/2018).

Saya urai pertanyaan itu satu persatu. Mulai hal-hal yang sulit hingga yang remeh temeh.

Intinya, jika ingin Aceh itu maju, maka semua elemen harus bersatu. Tidak boleh ketika yang satu sudah bergerak ke hilir, justru ada yang lain yang menariknya lagi ke hulu, tanpa ada koordinasi yang baik. Akibatnya, pergerakannya tidak mulus dan cenderung terhambat.

Ekonomi Aceh itu harus ada “trigger”, pelatuk, pemacu atau pendorong yang kuat sehingga dia dapat bergerak diatas fondasi yang kokoh. Kekuatannya sebagai penghasil komoditas pertanian pangan, termasuk perikanan dan perkebunan, juga besarnya potensi sektor pertambangannya, ditambah spirit berdagang-bisnis dari masyarakatnya yang kuat, sejatinya menjadi keandalan daerah ini dan ikut membantu terciptanya “trigger” itu.

Mulai adanya perhatian dan fokus terhadap kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri akhir-akhir ini, misalnya, merupakan langkah awal yang bagus. Keberadaan kawasan-kawasan ini dapat didorong oleh Pemerintah Aceh sebagai pintu masuk yang “atraktif” bagi para calon pemilik modal.

Karenanya, penting disegerakan menyiapkan pelbagai insentif di kawasan-kawasan tersebut, terutama terkait dengan infrastruktur (seperti energi, air bersih, jalan, gudang) dan fasilitas pendukung lainnya, termasuk lembaga/badan yang terkait urusan regulator, bank-bank, dan sebagainya. Semuanya itu harus berada dan diatur dalam suatu lingkup kepastian hukum yang menjamin eksistensi usaha yang ingin dikembangkan oleh mereka, calon investor.

Dan, terakhir dan ini yang paling penting, semua elemen di Aceh harus bersatu, bergerak searah dan seirama. Sambut para calon investor itu dengan wajah ramah, dan penuh senyum. Permudah segala urusan dan tidak boleh mempersulit jika memang kita sudah memilih untuk maju, bukan mundur !

Tags
Show More

Rustam Effendi

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, INDONESIA Pascasarjana Ekonomi UKM Malaysia 1999 GTZ 2009 - 2010 Pengamat Pendidikan dan Ekonomi Aceh Penulis Opini

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close