AGAMAKISAH MOTIVASINASIONALNEWSPROFIL

Kisah Haru Asnidar. Tim Medis Aceh Reuni 212, Diantar Pengemudi Ojol yang Menolak Dibayar

"Selamat Berjuang Bu.." Kata si Abang Grab Lalu Pamit Pergi

Lensa Aceh, Jakarta – Banyak kisah haru dari “balik layar” Reuni Akbar 212, Ahad (2/12/2018) kemarin. Sejumlah kisah diceritakan peserta reuni di laman media sosial, juga photo-photo yang mengundang simpati serta rasa haru. Salahsatunya pengalaman Asnidar perempuan Aceh yang menjadi relawan tim kesehatan di reuni 212,

Dirilis dari acehtrend.com, Sabtu malam, Asnidar sudah bergegas menuju lokasi Monas lebih awal dengan harapan bisa lancar tiba di tenda ring satu, tempat tim medis bertugas. Ia berangkat dari RS Budi Kemuliaan menggunakan jasa ojek online Grab. Namun suasana sekitar monumen nasional yang sudah ramai, menyebabkan pintu terdekat ke tenda tim medis sudah ditutup.

“Pintu terdekat dekat RRI sudah ditutup, kami memutar menuju pintu masuk depan Pertamina. Karena akses jalan ditutup, si Abang Grab memilih melewati Harmoni.” kisah Asnidar kepada Risman Rachman dari acehtrend.

Dari petugas diperoleh informasi bahwa pintu masuk terdekat yang masih buka di Patung Kuda, mereka langsung bergerak kesana. Sementara waktu sudah sekitar pukul 01:00 dini hari.

“Dalam perjalanan saya bilang ke pengemudia Grab akan menambah ongkos berapapun, karena jarak yang ditempuh sudah jauh melebihi yang tujuan saat pemesanan. Tapi si Abang Grab itu diam saja.” sebut Asnidar.

Alhamdulillah, pintu masuk di Patung Kuda benar masih buka, Asnidar turun dan mengambil uang Rp. 30.000 untuk membayar, dari ongkos awal Rp. 7.000 yang tertera di aplikasi. Tapi jawaban pengemudi Grab sangat mengejutkan.

“Gak usah bu, gak usah bayar. Anggap saja sumbangan saya untuk Agama. Selamat Berjuang bu,” kata si Abang Grab membuat Asnidar kaget campur haru.

Asnidar masih berupaya membayar sambil membujuk agar si Abang menerima, tapi tetap ditolak pengendara Grab dengan nomor sepeda motor B 3799 PEE atas nama Syaiful Syamsuddin tersebut. Usai mengucap salam, si Abang Grab pamit pergi meninggalkan Asnidar yang terpana, namun sempat mengambil photo “Sang Pengemudi Baik Hati.’

“Saya merasa sangat terharu dan hanya bisa mendo’a-kan semoga beliau mudah rejeki, amalannya menjadi ibadah dan pulang selamat bertemu keluarga.” harap Asnidar.

Asnidar, Relawan Asal Aceh Aktif di Berbagai Aksi Kemanusiaan.

Asnidar adalah perempuan Aceh yang tidak pernah absen menjadi relawan tim medis di Aksi Bela Islam sejak tahun 2016. Ia juga ikut sering terjun menjadi relawan di daerah bencana seluruh Indonesia. Di Reuni 212 ini ia bertugasdi ring satu, zona utama yang ditempati para ulama dan tokoh nasional.

Asnidar tergabung dalam tim medis dari Kafila Care dan Pro Emergency Di zona VVIP, yang  menurunkan 27 petugas medis,12 perempuan dan 15 laki-laki.

“Kami siaga di tenda kesehatan untuk merawat pasien yang membutuhkan pertolongan medis. Tadi baru sempat istirahat beberapa menit, sudah harus bertugas saat ada peserta reuni yang pingsan karena dehidrasi” tutup Asnidar. (sumber : acehtrend.com)

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close