NEWS

Maju Sebagai Caleg DPR RI, Ini Parpol Yang Dipilih Akmal Hanif

Mengikuti Nasihat Ulama Aceh dan Keputusan Timses

Lensa Aceh, Banda Aceh – Simpang siur tentang partai politik yang akan menjadi “kendaraan” Akmal Hanif dalam pemilu 2019 terjawab sudah. CEO Elhanief Group ini telah mendaftar sebagai bakal calon legislatif di kantor salahsatu partai politik peserta Pemilu 2019.

Ditemui Lensa Aceh di Banda Aceh, Kamis (22/2/2018), Akmal Hanif menyatakan akan maju sebagai bakal calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Menurut Pimpinan Dayah Raudhatul Quran yang akrab disapa Abi Elhanief ini, keputusan memilih partai berlambang Ka’bah tersebut merupakan hasil musyawarah timses pendukungnya serta atas nasihat beberapa tokoh ulama dan tokoh masyarakat di daerah pemilihan (dapil) Aceh 2.

“Kita menilai PPP merupakan partai yang masih sangat baik di wilayah pemilihan Aceh 2. Karena di wilayah tersebut banyak tokoh masyarakat dan tokoh agama yang menjadi pengurus PPP,” jelas Akmal.

Ia menyebut banyak alasan dan pertimbangan memilih menjadi kader dan maju menjadi bacaleg PPP. Disamping merupakan salahsatu partai yang memilki pendukung dan tempat di hati masyarakat Aceh, pengurus PPP Aceh juga masih di isi oleh sejumlah sesepuh politik Islam.

Akmal menyebut tidak memungkiri ada konflik dan isu miring tentang partai ini di tingkat pusat. Namun menurutnya, dalam politik sebuah partai harus dilihat secara objektif.  Semua parpol pada prinsipnya tidak lepas dari kekurangan dan kelebihan. Ada partai politik yang tidak baik ditingkat pusat, namun masih memiliki integritas di daerah, demikian pula sebaliknya.  Namun lebih lanjut pengusaha bisnis travel umrah ini menegaskan ada partai politik yang memang secara jelas bertentangan dengan politik Islam dari tingkat pusat hingga daerah dan masyarakat sudah cerdas memberi penilaian.

“Sejarahnya PPP sangat baik di Aceh sejak dulu. Jika memang hari ini ada yang berubah dalam tubuh partai ini, mungkin dengan kesempatan jika ada dalam di tingkat DPR RI, kita dapat mengembalikan kemurnian PPP sesuai harapan rakyat Aceh dan Indonesia, Insya Allah. Karena terkadang perubahan harus dilakukan dengan masuk ke dalam tubuh sebuah institusi,” ujar Akmal yang merupakan alumni Aksi Bela Islam 212 ini.

 

Sambil bercanda dengan putri semata wayangnya Zira, yang baru pulang ke Aceh, Abi Elhanief juga menyebut sudah lama mendapat ajakan untuk bergabung dengan PPP. Pada pemilu 2014, Tgk Amri M Ali yang kini menjabat ketua DPW PPP Aceh sudah mengajak dirinya menjadi pengurus PPP Aceh sebagai ketua bidang pemberdayaan ekonomi kader partai. Namun saat itu Akmal menolak karena belum tertarik terjun di dunia politik, lebih fokus pada mengurus perusahaan dan aktifitas sosial bersama Komunitas Solidaritas Dhuafa Aceh (KSDA) yang didirikannya sejak 2013. PPP sendiri juga bukan partai asing bagi Akmal, karena kakeknya merupakan pengurus PPP Aceh Utara era Orde Baru.

Di Ajak Beberapa Partai Politik

Selain PPP, Akmal menyebut ada beberapa partai politik yang menawarkan untuk bergabung menghadapi pemilu 2019. Baik dihubungi via telpon bahkan ada yang secara langsung datang kerumah untuk ajakan bergabung.

“Ada 4 partai politik besar yang menawarkan saya bergabung dan menjadi caleg. Namun saya mencoba istikharah dan meminta nasihat para guru alim ulama. Saya sangat merasa terhormat dan berterimakasih pada pimpinan dan pengurus parpol yang mengajak bergabung. Saya juga mohon maaf sebesarnya jika harus menentukan pilihan sesuai hasil musyawarah dan tetap bersilaturahim dengan semua sahabat dari parpol manapun.” sebut Abi Akmal yang di dampingi beberapa timses.

Sebelum PPP, Abi Elhanief Pernah Jadi Kader dan Mendaftar Bacaleg Dari Parpol Lain

Sebelum mendaftar di PPP, Akmal Hanif  mengaku pernah menjadi kader sebuah parpol atas ajakan seorang pengurus partai tersebut. Bahkan Abi Elhanief sempat mendaftar sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) melalui parpol tersebut. Namun karena merasa tidak ada kejelasan masuk dalam bursa caleg karena parpol tersebut lebih mengutamakan kader senior, agar tidak menjadi beban Abi Elhanief memilih mengundurkan diri dan membatalkan pendaftaran bacaleg.

Ia mengaku telah meminta maaf dan berterimakasih kepada kawan-kawan dari partai yang sebelumnya sempat di singgahi tersebut dan masih menjalin komunikasi menyambung silaturahim dengan baik.

Abi Elhanief akan berjuang di Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh 2, meliputi 8 kabupaten kota, yaitu Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireun, Bener Meriah dan Aceh Tengah.

“Saya memilih PPP karena ada titik terang dari pengurus partai bahwa saya akan masuk dalam sebagai Caleg DPR RI Dapil Aceh 2, sesuai dengan harapan kawan-kawan timses dan pendukung. Kebetulan juga PPP dapat nomor urut 10, sesuai bulan kelahiran saya,  Oktober, ” pungkas Akmal tersenyum menutup pembicaraan.  (LA)

 

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close