NEWS

Pengajian Fardhu Ain Elhanief, Bab Thaharah

Di asuh Ust. Tgk. H. Aiyub Bardan. Lc.MA.

THAHARAH

 

Pengertian Thaharah
         Thaharah secara etimologi berarti  bersih dari berbagai kotoran. Adapun pengertian thaharah menurut istilah syara’ (Fiqh) ada dua macam, yakni bersuci dari hadats dan bersuci dari kotoran (najis) atau sejenis kedua pengertian diatas,.szeperti tayammum, mandi sunat, memperbaharui wudhu (Tajdid wudhu), basuh kali kedua dan ketiga, berkumur – kumur (Madhmadhah) dan masukkan air ke hidung (Istinsyaq), bersuci bagi orang yang tidak dapat menahan kencing (Salisul baul), dan bersuci bagi wanita yang mengalami istihadhah. Ini semua dinamakan Thaharah, walaupun tidak mengangkat hadats atau menghilangkan najis.

 

Alat Bersuci

Adapun alat yang boleh digunakan untuk bersuci dari hadats dan najis  adalah sbb:

  1. Air

Air digunakan untuk bersuci mencakup wudhu, mandi dan membersihkan benda yang terkena najis. Sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah Swt :

وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ

“…Dan Allah menurunkan kepadamu air dari langit agar air itu dapat menyucikanmu…”(Q.S. Al- Anfal:11)

  1. Debu
    Debu digunakan untuk tayamum sebagai pengganti wudhu atau mandi.

Allah Swt. Berfirman :

 

فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا

“…lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan debu yang baik (suci)…”(Q.S. Al-Maidah:6)

 

  1. Batu

Batu atau benda keras yang lain dapat digunakan untuk Istinja’ setelah buang air kecil atau besar.

Rasulullah Saw. Bersabda :

( إذا ذَهَبَ أَحَدُكُمْ إلَى الْغَائِطِ فَلْيَذْهَبْ مَعَهُ بِثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ يَسْتَطِيبُ بِهِنَّ فَإِنَّهَا تَجْزِي عَنْهُ) رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَالدَّارَقُطْنِيِّ

Apabila seseorang di antara kalian pergi ke ‘kamar kecil’, hendaklah ia pergi dengan membawa serta tiga buah batu untuk beristinja (bersuci ; mehper). Sesungguhnya tiga buah batu itu telah mencukupi (untuk bersuci)”.

 

Macam – macam air

Air yang dapat digunakan untuk bersuci adalah air yang Thahir muthahhir (suci dan mensucikan) dan belum pernah digunakan untuk bersuci atau disebut air muthlaq.

Ditinjau dari sumbernya, air terbagi menjadi tujuh:

  1. Air hujan
  2. Air laut
  3. Air sungai
  4. Air sumur
  5. Air telaga
  6. Air salju
  7. Air embun

Sedangkan ditinjau dari hukumnya, air terbagi menjadi empat kategori:

  1. Air Muthlaq

Yaitu air yang suci dan menyucikan, tidak dipengaruhi oleh hal apapun baik dari sisi warna, rasa dan bau serta tidak makruh menggunakannya.

  1. Air Musyammas

Yaitu air yang panas karena kena sengatan matahari. Air ini tetap suci lagi menyucikan, makruh apabila digunakan di badan, namun tidak mengapa untuk menyucikan yang lainnya, seperti pakaian.

  1. Air suci, tetapi tidak menyucikan. Ini terbagi dua:
  2. Air Musta’mal, yaitu air yang telah digunakan untuk menyucikan hadats atau menghilangkan najis. Air ini masih dianggap suci selama warna, rasa dan baunya tidak berubah, serta volume airnya tidak bertambah.
  3. Air yang telah berubah pada salah satu sifatnya (warna, rasa dan bau), dikarenakan bercampur dengan benda suci lainnya, dengan perubahan yang akan merubah statusnya, seperti air teh, air kopi, dll.
  4. Air Mutanajis

Yaitu air yang terkena najis (kemasukan najis), sementara volume airnya kurang dari dua qullah (@ 95,425 kg), baik terjadi perubahan pada sifat-sifat airnya atau tidak. Apabila air volumenya dua qullah atau lebih yang terkena najis, tetapi tidak berubah sifatnya, maka SAH digunakan untuk bersuci.

 

Daftar Pustaka :

  1. كفاية الأخيار في حل غاية الإختصار، تقي الدين الحصني
  2. المجموع شرح المهذب، للإمام النووي

Biodata : Tgk. H. Aiyub Bardan. Lc.MA.AIYUB BARDAN

• Alumni Dayah Darut Thalibin Nisam 1989 sd 1993
• Alumni Dayah BUDI Lamno 1993 sd 1997
• S3 Bahasa dan Sastra Arab Kairo Mesir 2013 sampai sekarang.
• Dosen tetap Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close