NEWS

Sambut Tahun Baru Hijriah, KSDA Akan Bersihkan Makam Malikussaleh

Lensa Aceh, Panton Labu – Sejumlah kegiatan dipersiapkan Komunitas Solidaritas Dhuafa Aceh (KSDA) dalam memperingati semarak tahun baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah. Salahsatunya ziarah  dan gotong-royong membersihkan makam Ulama Aceh Sultan Malikussaleh.

Ketua Umum KSDA Akmal Hanif menyebut kegiatan ziarah sekaligus gotong-royong ke makam Sultan Malikussaleh akan di gelar pada hari jumat, 22 september 2017. Menurutnya kegiatan ini bertujuan selain bentuk penghormtan dan memuliakan ulama, juga menjaga komplek makam sebagai salahsatu situs sejarah Islam, agar tidak dilupakan generasi muda Aceh sekarang.

“Sebagai Komunitas yang berlandas nilai Islam, KSDA juga tidak melupakan memuliakan ulama Aceh. Salahsatunyaa dengan kegiatan gotong-royong membersihkan makam Sultan Malikussaleh ini.” sebut Akmal.

Kegiatan ini selain didukung sejumlah relawan KSDA, juga didukung prajurit TNI, Polisi, sejumlah relawan dari berbagai organisasi dan termasuk siswa SMU yang telah menyatakan ingin turut serta.

“Bagi siapapun yang ingin turut serta dapat bergabung, dapat langsung hadir ke komplek makam pada hari jumat,” himbau Akmal.

Selain ziarah doa bersama dan gotong-royong membersihkan makam, pada malam harinya di komplek tersebut juga akan di gelar ceramah Islamiyah menyambut tahun baru Hijriah oleh Tgk. Mulyadi Alue Awe, sekaligus malam amal penggalangan dana untuk solidaritas membantu muslim Rohingya.

(Baca : Sambut Tahun Baru Hijriah, KSDA & Elhanief Gelar Dakwah Peduli Muslim Rohingya )

Sekilas Mengenal Sultan Malikussaleh 

Makam Sultan Malikussaleh di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, atau sekitar 17 kilometer sebelah timur kota Lhokseumawe.  Makam ini merupakan situs purbakala yang cukup monumental di nusantara bahkan di Asia Tenggara. Ini adalah kuburan pendiri Kerajaan Islam Samudera Pasai yang bernama Meurah Silu yg bergelar Malik al-Saleh atau yang lebih dikenal dengan Malikussaleh. Ia merupakan Raja pertama Kerajaan Samudra Pasai yang pernah menyebarkan Islam di Asia Tenggara sekitar tahun 1270-1297 M. Bukti sejarah tersebut masih bisa dilihat pada batu-batu nisan yang berhiaskan kaligraphy ayat-ayat suci yang bernilai sejarah tinggi.

Malikussaleh  merupakan seorang raja yang saleh dan rendah hati. Berkat dari perjuangannya agama Islam berkembang pesat di Aceh dan Malaka. Kerajaan Samudra Pasai sendiri merupakan Kerajaan Islam terbesar di Indonesia pada abad ke-13 yang bukan hanya menjadi pusat perdagangan Internasional, tapi juga peradaban dan pendidikan Islam.

Dalam satu kompleks situs pemakaman ini juga terdapat makam Sultan Muhammad Malik Al-Zahir atau Malikuzzahir anak laki – laki dari Sultan Malik Al-Shaleh yang memimpin kerajaan 1297-1326 Masehi. Ada juga Makam Ratu Nahritsyah yang memimpin kerajaan Samudera pasai 1405-1428 Masehi.

Diterjang Gelombang Tsunami, Komplek Makam Terhindar dari Gelombang

Dalam sebuah kisah saat terjadinya Tsunami tahun 2004, gelombang besar datang dari arah laut, masyarakat Kampung Beuringin panik bukan main. Mereka berlarikan tak tentu arah. Sebagian warga bahkan lari sambil menggendong anak. Umumnya masyarakat berupaya mencari tempat yang tinggi atau tempat-tempat ibadah seperti masjid dan surau  agar terhindar dari gelombang. Walau makam Sultan Malikussaleh tidak begitu tinggi, tetap menjadi pilihan karena dianggap sebagai tempat orang yang alim ketika hidupnya.

Benar saja. Sejumlah warga yang berlindung di pekarangan makam menjadi saksi hidup bagaimanakeajaiban berlangsung. “”Ada sekitar 50 orang warga yang selamat karena berlindung  dalam  areal makam itu. Kami semua terpana melihat keajaiban kehendak Allah yang maha kuasa,” ujar Tengku Muhammad Yakob, penjaga makam. Setelah selamat, mereka saling berpelukan dan bertangisan serta tidak henti-henti mengucapkan rasa syukur.  “Tuhan masih melindungi kami,” kata Tengku Muhammad Yakob.

Menurut Tengku Efendi, murid Dayah Yayasan Malikussaleh, yang juga berlindung di makam, ketikaair mendekati makam, putaran gelombang terpecah dua. Air membagi ke kiri dan ke kanan makam. Sehingga makam yang berada di tengah-tengah tidak sedikit pun terkena air. “Ini sungguh keajaiban,” kata Tengku Efendi. Apalagi sejumlah rumah di sekitar makam hanyut ditelan gelombang. (sumber : bungdido )

Makam Malikussaleh masih ramai dikunjungi warga baik lokal, nasional hingga mancanegara. Umumnya para pengunjung selain ahli sejarah juga warga yang  ingin melepaskan nazar dan peusijuk. (DR19)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close