POLITIKPROFIL CALEG PEMILU 2019

Rudy Syahputra, “Toke Warkop” Maju Caleg DPRK Banda Aceh

Ingin Membangun Gampong dan Memajukan Pemuda

Lensa Aceh, Banda Aceh – Kesan pertama bertemu pria ini, setiap orang pasti akan menilai ia sosok yang ramah dan humoris. Rudi Syahputra memang dikenal akrab dengan siapapun, walaupun orang yang baru pertama kali dikenal.

Sehari-hari dirinya beraktifitas mengelola sebuah warung kopi bernama Warkop Pemancar di gampong Punge Blang Cut, kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. Warkop yang dulunya bernama Warkop Peh Tem ini berada persis di depan kantor keuchik Punge Blang Cut. Melalui usaha warkop ini Rudi bisa memperkerjakan 4 karyawan. Usaha warkop ini digeluti sejak 2008, setelah berakhir masa tugasnya di Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) Nad-Nias paska Tsunami Aceh.

Alumni SMA Negeri 2 Banda Aceh dan Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala angkatan 92 ini dikenal sebagai sosok sosial yang aktif diberbagai kegiatan gampong, khususnya kepemudaan. Sejumlah kegiatan olahraga seperti sepakbola, bulutangkis dan cross sepeda pernah di adakannya untuk memberi kegiatan positif bagi pemuda dan remaja. Rudi juga merupakan murid angkatan pertama olahraga Tarung Derajat di Banda aceh sekitar tahun 2000.

Bersama Teman Seangkatan Alumni SMA Negeri 2 Banda Aceh, Angkatan 92

Usai kejadian Tsunami Aceh tahun 2004 ia berperan aktif dengan kelompok masyarakat membangun kembali gampong Punge Blang Cut, walaupun bencana tersebut telah merengut kedua orantua mereka. Almarhum Idris AK, ayah Rudi Syahputra dulu pernah menjabat keuchik di gampong tersebut dan terkenal dengan wibawa serta sangat dihormati warga gampong.

Sejak masa kuliah, lelaki kelahiran Banda Aceh 19 April 1973 ini sudah dikenal aktif di berbagai organisasi kampus, bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Radio Kampus Unsyiah RKFM dan Mahasiswa Pecinta Alama (Mapala) Leuser. Juga aktif di Karang Taruna gampong dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) situs Tsunami Kapal PLTD Apung, serta anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) kota Banda Aceh.

Rudi Syahputra telah berkecimpung di dunia politik sejak tahun 1999 saat bergabung dengan Partai Kebangkitan Umat (PKU) di era Reformasi. Ia juga aktif setiap pelaksanaan pemilu, terakhir pada  Pilkada 2014 ia bertugas sebagai Pengawas Pemilu Lapangan (PPL). Hingga saat ini bergabung bersama salah satu partai lokal Aceh, Partai Daerah Aceh (PDA).

Atas desakan dan dukungan beberapa teman dan masyarakat, untuk pemilu legistlatif 2019, Suami dari Linda dan ayah dari dua anak ini  maju sebagai Caleg dari Partai Daerah Aceh, untuk daerah pemilihan Jaya Baru dan Banda Raya, yang memperebutkan 6 kursi DPRK. Menariknya, ia mengaku tidak terlalu berambisi dalam memperkenalkan diri sebagai caleg dengan pencitraan melalui atribut kampanye. Ia memiliki prinsip, biarlah masyarakat memilih wakil rakyat yang dikenal dan dianggap mampu membawa aspirasi masyarakat.

Rudi Syahputra SH, Caleg DPRK Banda Aceh, Dapil Jaya Baru-Banda Raya. PDA nomor urut 4

“Jika masyarakat memilih saya karena dianggap bisa menjadi anggota dewan, saya siap. Namun jika belum di percaya, Alhamdulillah, karena amanah sebagai wakil rakyat itu mungkin belum Allah takdirkan untuk saya. Semoga siapa saja yang terpilih nantinya, benar-benar bisa membawa kesejahteraan untuk masyarakat dan gampong.” ucap Rudi ringan.

Tags
Show More

Deddy Ridwan DS

Deddy Ridwan menekuni dunia jurnalis sejak masa kuliah bergabung dengan UKM Radio Kampus Unsyiah 100,9 FM (1997) mengikuti jejak sang Ayah (alm.) Ridwan DS, wartawan senior RRI Banda Aceh. Tahun 2007 menjadi Presenter Talkshow, Produser Program, Anchor dan Reporter Aceh TV hingga sekarang. Tahun 2015 sempat bertugas sebagai staf Humas MPU Aceh. Tahun 2016 bertugas sebagai Humas elhanief Group dan mulai mengelola Lensa Aceh dibawah PT. Elhanief Makmur Abadi Media

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close