AGAMANANGGROENASIONALNEWSSOSIAL BUDAYA

Saimun : “Setara Institute Piknik-lah ke Peunayong, Biar Paham Toleransi”

Banda Aceh Kota Paling Toleran di Indonesia

Lensa Aceh, Banda Aceh – Hasil kajian Setara Institute yang merilis peringkat kota toleran dan intoleran di Indonesia, masih terus mengundang kontroversi dan kecaman.

Dari 94 kota yang menjadi bahan kajian, Setara Institute menetapkan kota Singkawang Kalimantan Barat sebagai kota yang tingkat toleransi terbaik. Disusul Salatiga, Jawa Tengah di posisi kedua dan Pematang Siantar di posisi ketiga.

Sementara secara mengejutkan, mereka menyebut 3 kota dengan tingkat toleransi terendah atau intoleran, adalah Jakarta, Banda Aceh dan Tanjung Balai Kepulauan Riau.

Setelah beberapa waktu lalu hal ini dibantah Ketua Iskada Aceh, kini giliran Saimun ketua Pemuda Peunayong angkat bicara. Ia mengecewakan rilis tersebut dan menyebut kajian Setara Institute sangat konyol.

Saimun mencontohkan gampong (desa) Peunayong kecamatan Kuta Alam Banda Aceh, yang penduduknya mayoritas warga keturunan Tionghoa (etnis China).  Gampong yang disebut kawasan “Pecinan” atau “China Town”-nya Banda Aceh ini, berpenduduk 70 persen non muslim.

baca : Mengunjungi Peunayong “Chinatown” Laboratorium Toleransi di Banda Aceh

Sejak dulu tidak pernah terjadi pergesekan di gampong ini terkait isu agama dan kehidupan sosial lainnya. Warga non muslim di gampong tersebut hidup tenang dan nyaman melaksanakan ibadah, ditengah masyarakat Aceh yang menerapkan syariat Islam.

“Baik warga Aceh dan etnis China, Umat Muslim dan Non Muslim di Peunayong bersama membangun gampong. Bahkan warga non muslim sangat mendukung pelaksanaan Syariat Islam. Begitu juga sebaliknya, warga Muslim menghormati pelaksanaan ibadah umat Non Muslim,” sebut Saimun.

Saimun menyebut rilis yang dikeluarkan Setara Institute bahwa Banda Aceh kota Intoleran, hanya membuat panas suasana kerukunan umat beragama yang di Aceh secara umum, khususnya kota Banda Aceh.

“Saya mohon Setara Institute mencabut rilis tersebut karena telah mendiskriditkan nilai toleransi yang kami jalani selama ini. Saya rasa mereka kurang piknik saat bikin survey. Jalan-jalanlah ke Peunayong, biar paham toleransi.” sebut ketua Persatuan Ketua Pemuda Kecamatan Kuta Alam tersebut.

 Artike terkait : Banda Aceh Kota Intoleran? Khairul Laweung : “Tidak Logis dan Tendensius”

 

 

Tags
Show More

Deddy Ridwan DS

Deddy Ridwan menekuni dunia jurnalis sejak masa kuliah bergabung dengan UKM Radio Kampus Unsyiah 100,9 FM (1997) mengikuti jejak sang Ayah (alm.) Ridwan DS, wartawan senior RRI Banda Aceh. Tahun 2007 menjadi Presenter Talkshow, Produser Program, Anchor dan Reporter Aceh TV hingga sekarang. Tahun 2015 sempat bertugas sebagai staf Humas MPU Aceh. Tahun 2016 bertugas sebagai Humas elhanief Group dan mulai mengelola Lensa Aceh dibawah PT. Elhanief Makmur Abadi Media

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close