NEWS

Sumbangan dari Makkah untuk Korban Gempa di Serambi Makkah

Laporan H. Akmal Hanif dari Saudi Arabia.

Saya dan ratusan warga Aceh sedang berada di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umrah. Kami berangkat persis pada hari terjadinya gempa bumi di Pidie Jaya (Pijay), 7 Desember 2016 lalu.

Saat tiba di Kota Madinah, saya dan beberapa jamaah umrah yang juga merupakan anggota Komunitas Solidaritas Duafa Aceh (KSDA) berinisiatif menggalang dana untuk korban gempa. Penggalangan dana kami lakukan dengan menyebarkan kardus mi instan dengan tulisan “Donation for Earthquake Aceh #pray4aceh #KSDA #SaudiArabia” seperti yang dilakukan orang-orang di Indonesia.

Eh, ternyata, usaha kami membuahkan hasil. Bukan hanya jamaah dari Aceh dan Indonesia yang memberikan sumbangan, tapu jamaah dari Brunei Darussalam, India, Pakistan, Malaysia, Singapura, Turki, bahkan orang Arab pun turut memberikan uang mereka kepada kami untuk disalurkan kepada korban gempa Pijay, Pidie, dan Bireuen.

Bahkan yang lebih menarik lagi, tukang sapu halaman Masjid Nabawi juga memberikan sumbangan kepada korban gempa Pijay.

15319136_10210148134452417_1560013975729335409_n

Ada satu hal unik yang kami temui saat menggalang dana kemarin. Biasanya tukang sapu di Masjid Nabawi menerima sedekah jamaah umrah dari berbagai belahan dunia. Meskipun tukang sapu Masjid Nabawi tidak meminta-minta sedekah (mengemis), tapi banyak jamaah yang memberikan sedekah kepada mereka.

Tapi saat kami meminta sumbangan, mereka justru ikut memberikan sumbangan kepada korban gempa di Aceh.

Kami galang dana bantuan selama tiga hari. Awalnya banyak yang bertanya kepada kami untuk apa kami meminta uang dari orang-orang di jalanan sekitar Masjid Nabawi? Setelah kami jelaskan uang tersebut untuk membantu korban bencana alam di Aceh, mereka langsung menyumbang beberapa riyal dengan memasukkan uang ke kotak mi instan yang kami pegang.

akmal-hanief_20161209_191843

Polisi Arab Saudi juga sempat mempertanyakan aksi galang dana kami karena mengumpulkan orang dalam keramaian sangat dilarang di Arab Saudi. Tapi setelah kami jelaskan, mereka pun membiarkan kami galang dana sampai selesai.

Alhamdulillah, dalam aksi sosial tiga hari itu uang yang terkumpul jika dikonversikan ke rupiah mencapai Rp 16.000.000 (enam belas juta rupiah) dari berbagai mata uang asal jamaah yang memberikan donasi. Misalnya, ada rupiah, dolar Brunei Darussalam, rupe India, serta riyal Arab Saudi.

Ketika kami galang dana, kami juga mendoakan orang-orang yang memberikan bantuan dan kami sentuh hati mereka dengan memberi tahu berbagai kelebihan memberi sedekah di Tanah Haram, sehingga setelah memberikan sedekah mereka tidak langsung pergi meninggalkan kami tapi berhenti di depan kami dengan tangan menengadah ke atas dengan mengaminkan doa yang kami lafalkan dalam bahasa Melayu.

Menariknya, ada seorang anak muda dari Malaysia yang awalnya tidak mau memberikan bantuan untuk kami. Dia terus berjalan melewati kami. Tapi setelah mendengar doa kami, dia kembali untuk memberikan sumbangan 100   ringgit Malaysia dan mengaminkan doa kami.

15391171_10210148169253287_2158668296704210218_n

Patut juga saya sebutkan nama-nama anggota yang ikut dalam aksi penggalangan dana dalam tim kami. Kelimanya adalah anggota Komunitas Solidaritas Duafa aceh (KSDA), yakni saya sendiri, Yusnadi, Ahmad Dani, Muhammad Sanusi, dan Bunda Sriwati.

Saya pribadi berterima kasih kepada teman-teman ini karena tanpa sungkan mau menggalang dana di Medinah untuk meringankan beban para korban gempa Pijay.

Sepulang ibadah umrah ini, amanah dari para dermawan ini segera kami serahkan kepada yang paling berhak. Semoga pahala untuk para dermawan ini terus mengalir, apalagi mereka menyumbang di Tanah Haram untuk korban gempa di Serambi Mekkah.

Tulisan ini terbit di Surat Kabar “Serambi Indonesia”
edisi Selasa, 20 Desember 2016

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close