MUQ BUSTANUL ULUMNANGGROENEWSPENDIDIKAN

Wadah Peduli MUQ minta Pemerintah 3 Kabupaten Turun Tangan

Selesaikan Konflik Dayah Bustanul Ulum

Lensa Aceh, Langsa – Kisruh yang terjadi di Dayah Bustanul Ulum Langsa telah menyebabkan ketidaknyaman dan ketidakpastian baik staf pengajar maupun para santri, maka sepatutnya pemerintah Aceh Timur Raya selaku perintis lembaga pendidikan itu untuk dapat turun tangan untuk menyelesaikannya. Sabtu 04 Mei 2013

Ilyas Ali, S.Ag Wakil Ketua Wadah Peduli MUQ sebagai sebuah organisasi yang dibentuk oleh Para Tokoh Pendidikan Kota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang,Para Tokoh Kampung disekitar YDBU-MUQ, Wali Santri, melihat kondisi Madrasah Ulumul Qur’an Yayasan Dayah Bustanul Ulum Langsa dalam kurun waktu beberapa bulan belakangan ini telah sampai pada tingkat memprihatinkan.

Dan telah menunjukkan gejala besar menuju kemunduran secara total, diakibatkan oleh munculnya  berbagai permasalahan yang timbul dari konflik yang berkepanjangan ini.

,”Sepatutnya untuk penyelesaian ada turun tangan Pemerintah Kabupaten/Kota Aceh Timur, Aceh Tamiang dan Kota Langsa,  sebagai peletak dasar hadirnya MUQ, “ Ujar Ilyas

Pengelolaan dan manajemen Yayasan Dayah Bustanul Ulum Langsa saat ini menjadi sorotan masyarakat dan Tokoh Pendidikan karena kerap menimbulkan gejolak dan gesekan yang tentu saja berakibat pada menurunnya prestasi dan citra MUQ sebagai Pesantren Terpadu tertua di Aceh.

Kekisruhan ini juga memunculkan keresahan di masyarakat sekitarnya, perbedaan pendapat yang cenderung merusak tatanan, dan norma sosial yang selama ini terbangun dibeberapa desa di seputar YDBU- MUQ menjadi labil dan cenderung tidak produktif.

Konflik sosial ini tentu saja akan berdampak pada hancurnya nilai-nilai sosial kemasayarakatan dan menjadi bertambah ironi diakibatkan oleh pertentangan-pertentangan dan sengketa-sengketa yang terjadi didalam tubuh Yayasan YDBU-MUQ.

Akibat kepentingan-kepentingan yang tidak mampu dikelola untuk kepentingan Pendidikan, mengakibatkan terjadinya mismanajemen dalam pengelolaan MUQ, hal ini terlihat dengan diterbitkannya SK Pemecatan terhadap 4 Guru/Pamong yang mengandung keganjilan dari segi legal formal.

Maka atas  pertimbangan tersebut kami, Wadah Peduli MUQ menyatakan sebagai berikut :

  1. Meminta kepada  MUSPIDA  PLUS  Kota  Langsa untuk segera mengambil alih penyelesaian YDBU  karena  konflik yang berkembang /bergejolak sudah  mengganggu kepentingan umum.
  2. Bahwa pengolola YDBU sudah mengingkari Khittah dan cita-cita pendiri  sehingga sudah menciderai komitmen masayarakat Aceh Timur Raya ( Kabupaten Aceh Timur,  Kota Langsa dan Aceh Tamiang).
  3. Menyatakan SK pemecatan kepada 4 orang Guru / Pamong MUQ YDBU  inprosedural  dan batal demi hukum.
  4. Jika di duga terjadi tindak pidana kami taat dan menghormati penegakan hukum ,yang sesuai dengan acara yang berlaku nilai keadilan dan transparan.
  5. Kami meminta agar YDBU tidak dijadikan objek kepentingan Politik Praktik .ini akan terjadi /dampak pergeseran Nilai – nilai pendidikan
Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close